Focus on Your Skill - Pesan Buat Generasi Milenial

Pagi saya tergelitik oleh perntanya murah kelas 7, bahkan menohok kali ya.

Salah seorang siswa bertanya, kalau lulusan Bahasa Inggris jadi apa Pak? Pahal gurunya lulusan Bahasa Inggris, salah seorang siwa celoteh jadi guru "benar" tentu jawab saya.

Terbisit akan keberadaan teman se kampus, ternyata kalau kita kulilk gak cuma itu-itu saja, bahkan bisa dibilang beyond what you have been thinking.

Tanpa berpikir lama satu demi satu jawaban pun muncul sebut saja guru, penulis, penerjemah, interpreter, wartawan, komikus, tourguide, novelis, sastrawan, budayawan, dan peneliti.

Namun yang menohok, yang jawab sebenarnya jadi apa dengan latar bekalangnya.

Imagnisasi siswa pun semakin menjadi-jadi, dengan berabgai coletan dari berabgai jurusan pun mucul. Kimia kek, Bahasa Indonesia kek, dan lain sebagianya.

Mengkaca fenomena di era 4.0 "kata sih begitu" saya merasa terpancing untuk mengkorelasikan apa yang hendak mereka capai dengan kenyataan sekarang.

Gak tahu sih kalau pada era 90an. Namun mau gak mau persepektif ini bisa saja benar "kalau saya sih merasa demikian" dan pola pikir ini saya rasa penting untuk generasi milenial.

Apakah itu.

Sekolah, Kuliah cari apa? Ijazah? 100 persen benar, namun ternyata apa yang dulu kerap digaungakn meski jadi mitos "sekolah kuliah ya cari" ilmu adalah memfakta. Kalau gak terima atau belum mengalami ya monggo.

Keras selembar ini tidaklah cukup, kamu harus punya lebih, ya lebih dari itu. Angap saja sebagai SIM lah atau boleh dibilang bekal formal atau bekal akamedis. Namun ternyata lapangan berkata lain.

Contoh, seorang teman saya menjadi interpreter kelas wahid, pasalnya sudah keliling beberapa negara.

Ada lagi yang jadi wartawan

Ada lagi yang jadi penerjemah

Beberapa sih emang ada yang jadi guru atau dosen, namun bukan itu.

Apakah interpretar lahir dari Ijazah, apakah penerjmah lahir ijazah, lalu apakah wartawan lahir dari ijazah.

Ternyata semua tidak sepenuhnya tepat. Kalau iya, kenapa yang lain gak sepenuh dapat porsi yang sama.

Kalau detisik lebih dalam do'i ternyata sudah cukup lama terjun dibidang tersebut, meski sebagian juga belum lama.

Nah inilah yang perlu dipahami bahkan perlu digaris merah.

Ijazah bahkan ilmu dibangku kelas bukanlah patokannya. Adalah skill mereka yang telah membekali apa yang telah mereka kerjakan sekarang.

Ada sih sedikit tentang hal itu, namun menurut saya cukup jauh dari apa yang akan digeluti.

Bangku hanya lah bangku, namun kamulah yang sebenarnya mencari jati diri, hendak kenapakah.

Belum tentu, seorang lulusan komputer mampu membuat aplikasi andorid, belum tentu lulusan bahasa bisa berbicara sebegitu lancarnya, bahkan kadang kalah yang bukan dari bidangnya.

Lalu sekolah itu buat apa.

Dari sinilah perlu banget adanya fokus sejak dari awal. Ingat yang terjadi hari ini bukan adalah akibat apa yang telah kita lakukan dimasa lalu, kalau menurut Bong Candra "saya adalah akumlasi dari masa lalu saya"

Dari sini jelas bahwa skilll atau ilmu akan lebih menentukan nilai jual seseorang.

Sebut saja Ustadz Abdul Somad, apakah yang kita tahu tentang Beliau. Yap beliau seorang Da'i, karena apa? ya karena pengetahuanya yang begitu luas tentang agama plus skill public speaking yang jempolan.

Nah begitu juga mereka yang interpreter, penerjemah, dan wartawan. Apakah mereka mendafatar pakai ijazah, seperti gak begitu. Pernah UAS mendaftarkan diri sebagai seorang da'i dengan ijazah seperti tidak.

Jelas bahwa, skill yang didukung dengan ilmu yang cukup menjadikan setiap insan memiliki nilai jual.

Apabila hanya sekedar selembar kertas yang disebar kesana-kemari wah gau ya. Akan gimana jadinya, namun jika bekal ini sudah dipersiapkan, tanpa harus menunggu apapun sudah siap pakai bahkan semenjak sebelum lulus.

Apalagi melihati zaman now. Cita, sudah tak lagi berseragam bersepatu dan berdasi.

Pastikan kamu generasi milenial punya bekal ini. Saya rasa kamu akan jauh lebih ketimbang mereka yang terpatu pada kantor.

Sudah ngerti kan arahnya. Pastikan kamu punya ilmu dan skillnya, itulah tempat kamu, kantor kamu, bahhkan bisa jadi kamu ya itu.

0 Response to "Focus on Your Skill - Pesan Buat Generasi Milenial"

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar