Nginang: Tradisi Merawat Gigi

Menginang adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh wanita jawa dengan menguyah sejumlah bahan yang yang disebut kinang kedalam mulut. Berdasarkan hasil observasi kegiatan ini hanya dilakukan oleh wanita jawa setelah mereka menikah atau sekitar umur 20 tahunan pada kala itu. Karena jika belum menikah maka membuat gigi berwarna hitam sehingga kurang menarik perhatian kaum lelaki.

Menginang itu kegiatanya, sedangkan kinang itu adalah alat atau bahan yang digunakan. Kinang memiliki rasa getir dan manis. Sehingga akan membuat orang yang nginang merasa segar (Hasil wawancara langsung). Orang yang. Menginkang atau dalam bahasa jawa “Nginang” dilakukan untuk mengisi waktu luang seperti halnya seorang laki-laki yang merokok. Jadi kapan mereka akan meningangpun juga sewaktu-waktu. Selain itu kinang akan membuat gigi berwarna hitam dengan sedikit warna merah. Walau demikian nginang akan membuat gigi menjadi sehat, utuh dan tidak terkena mengalami sakti gigi (hasil observasi). 

Seiring perkembangan jaman, kegiatan ini sudah sangat jarang kita temukan sekarang ini, akan tetapi pada Mei 2015 di daerah saya masih bisa kita jumpai sedikit wanita tua jawa atau sekarang ini berumur diatas 60 tahun.

Bahan - bahan kinang

Kinang terbuat dari bahan-bahan yang mudah di dapatkan di pasar – pasar tradisional antara lain:
1. Tembakau, tembakau yang sudah di cacah dan kering
2. Njet (kapur)
3. Daun sirih, hanya daun sirih muda yang digunakan untuk menginang

Cara membuat kinang

Cara  Meramu bahan. Pengguananya sangatlah mudah, 
1. Siapkan daun satu lembar daun sirih, 
2. Ambil sedikit Njet dan ke dalam 
3. Lalu bungkus (kita sebut kinang)
4. Siapkan juga satu gulungan tembakau (seukurang bola pingpong)

Cara menggunakanya

1. Kunyah kinang tadi sehingga menjadi agak lembut
2. Lalu ambil tembakau yang telah di gulung tadi dan olehkan kegigi seperti halnya menggosong gigi. Pelan dan rasakan (inget ini bukan menggosok gigi) jadi harus diraskan nikmatnya
3. Jika sudah ada banyak cukup air di dalam mulut maka bisa di ludahkan

Mudah bukan, tetapi saya yakin anda tidak akan mempraktekanya. Budaya jawa yang sangat unik ini sudah ditinggalkan. Hanya mereka yang tua lah yang dari dulu sudah mengguankanya. Menginang terbutki dapat menguatkan gigi dan menghidarkan dari rasa sakit gigi. Menurut pendapat saya karena warnanya yang membuat gigi menjadi hitam membuat kinang ditinggalkan oleh masyarakat. 

Demikian tentang nginang, diskiripsinya mungkin kurang begitu lengkap dan masih banyak kekurang, akan tetapi sudah cukup mewakili gambaran tradisin jawa ini.

0 Response to "Nginang: Tradisi Merawat Gigi"

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar