27 Juni 2018

Perang Adalah Bisnis Triliunan Dolar

Tak ubahnya seperti komoditas lain, perang adalah bisnis triliunan dolar. Belum lagi bisnis turunan yang profitable yang berekedok bantuan dari kejatahan kemanusiaan tersebut. Siapakah sebenarnya yang menjadi dalang dari chaos dunia ini. Bukan sekedar ketamakan, tapi produse dibalik dalang. Dengan menghalalkan segala cara bahkan umat manusia dianggap hanya sebagai sampah tak peduli bergalon - galon liter darah bersimbah. 

Perang, menjadi momok bagi umat manusia. Kehidupan manusia yang damai dan sejahtera seakan hanya mimpi. Perang pun membayangi, ya kini perang dunia ketiga PD III seakan didepan mata. Mengakaca dari PD I dan PD II betapa susahnya kehidupan manusia, nyawa melayang, inflasi, dan kisah kelam membubuhi hampir seluruh penjuru dunia. Diperkirakan tidak lama lagi, tahun 2019 - 2020 kehidupan akan terasa lebih sulit karena iklim yang tidak menentu, ancaman kekerigan karena berkurangnya air tanah belum lagi akan banyak negara bekembang yang mengalami kegagalan(failed state) bahkan negara seadidaya pun tak luput dari kehancuran pada tahun 2030. 

Kenapa harus ada perang? perang tentu tidak diharapkan oleh siapapun. Akan tetapi jika kita tidak ingin perang mengapa kita harus punya tentara. Bahkan tak tangung - tangung 2/3 GDP Amerika pun habis untuk militer. Bagaimana dengan negara lain. Banyak negara yang sudah pamer kekuatan militar baik personil, peralatan tempur, hingga senjaja. Ini berarti, sebenarya mereka sudah siap - siap untuk kemungkinan PD III. 

Perang berarti adalah adu kekuatan antara dua kekuatan atau lebih. Katakan pada PD II antara Kapitalis dan Komunis. Dari perang tersebut maka negara membutuhkan akomodasi. Katakan senjata, kendraan perang, peluru, dan logistik lainya. Memang sekarang setiap negara sudah mempunyainya, akan tetapi apakah tidak kurang saat perang. Tentu banyak akomodasi perang yang rusak, maka setiap pasukan memerlukan pasokan akomdasi. Dari mana mereka mendapatkanya, tentu dari para produsen peralatan perang. Yang menjadi pertanyaan siapa yang punya industri kemiliteran? Nah dia lah yang sebenarnya diuntungkan dari pejualan berbagai kebutuhan perang. Kalau sekarang saja negara kita sudah mengeluarkan jutaan dolar untuk kebutuhan militar, kira - kira berapa triliun dolar yang dibutuhkan saat perang berlangsung. 

Belum lagi dampak buruknya dari perang itu sendiri. Akan terjadi kelumpuhan ekonomi yang besar - besaran. Rakyat sipil tidak mampu melakukan aktivitas perekonomian. Negara mengalami divisit yang besar - besaran. Baik untuk memasok kebutuhan perang, kerugian ekonomi, kebutuhan dalam negeri, dan pemulihan ekonomi dan kemanusiaan pasca perang. Tidak lain tidak bukan adalah mencari pinjaman dari luar negeri. Tepatnya mendapatkan pinjaman dari bank - bank internasional. Apakah pinjaman itu cuma - cuma? tentu tidak, negara harus membayar hutang plus bunga - bunganya. Sangat brilian sekali bukan. 

Dengan mudahnya mereka mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Yaitu menjual senjata dan menjual uang. Skema yang sangat rapi dan tidak disadari. Ditegah bersimbah darahnya manusia yang tak berdosa mereka mendapatkan keuntungan triliiunan dollar. 

Sempatkah kita berfikir, siapakah mereka? Mereka begitu cerdik bahkan hampir tidak bisa dilihat. Dalang - dalang ini memiliki motif ekonomi yang kuat diatas segala - galanya. Ya merekalah para penjual uang (bankir) international, para penguasa bisnis pengeruk kekayaan alam, dan minyak, dan lain sebagainya. Mereka inilah yang punya tatanan dunia baru "New World Oder" yaitu para elit global. 

Elit Global ini tidak lain dan tidak bukan tergabung dalam organiasi yang disebut remason, ilumiati, dan lain sebagainya. Sejak abad ke 18 sejak runtuhnya kejayaan Islam mereka mulai mengeliat. Dengan semagat Renaissance telah mengrogoti pemikiran timur dengan kitab - kitab baru yang berkedok HAM, demokrasi, kapitaslisme, komunisme, dan kesetaraan gender dan lain sebagainya. 

Ilmu pengetahuan modern (modern science) menjadi senjata yang memborbadir alam bawah sadar manusia. Seakan menjadi fakta ilmiah "kebohongan yang diulang - ulang" menjadi suatu kebenaran yang menyisihkan kebenaran yang hakiki. Katakanlah teori darwin, grafitasi, space program, gerhana matari, dan lain sebagainya. Sebenarnya ada maksud yang mereka rencanakan dibalik kedok tersebut. 

Perang hanyalah satu dari sekian skema besar merka dalam mereka dalma menguasai dunia. Perang memang ditimbulkan hanya demi keuntungan. Kini mencari musuh yaitu menbar Islam. Islam menjadi dikambing hitamkan. Agama difitnah dan dijadikan stereoptiye biang kekacauan. Kita harus ingat betul bahwa "racun gigitan ular hanya bisa diobati dengan bisa ular itu sendiri". Kini obat penawar itu jadikan racun yang seakan membahyakan bahkan bagi ular itu sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar