28 Mei 2018

Kembalinya Kitab Suci sebagai Post Modern Science

Agung Prasetyo

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini begitu luar biasa. Manusia tinggal di zaman milenial yang serba cepat. Tak perlu, kebutuhan manusia bisa terpenuhi bukan lagi dalam hitungan hari, bahkan detik. Misalkan saja kebutuhan akan informasi dan transprotasi. Kitab - kitab barat menjadi kiblat bagaimana seharusnya manusia mempelajari science. Yang akhirnya menjadi tolak ukur majunya suatu peradaban umat manusia. 
Artificial Intelligence

Sejarah panjang science modern ternyata tidak serta merta hadir. Pada masa dark age, science modern yang dilontarkan oleh para inventor dianggap melanggar otoritas gereja. Bagaimana tidak pernyataan akan bumi bulat oleh Galileo, manusia dari kera oleh Darwin, Gravitasi oleh Newton dan lain sebagainya dianggap bertentangan dengan dogma gereja. Adanya persepsi bahwa modern science bertentangan dengan ajaran agama. 

Gerakan science yang tadinya berbeda polar, akhinya pun diiyakan dan diimansi, bahkan sekarang menjadi kitab baru. Paham liberalisme, demokrasi, komunis, HAM, kesetaragaan gender, hingga LGBT. Lalu runtuhlah otoritas gereja. Maka dari sinilah mulai ada pemisahan antara agama dan science.

Ditandai dengan revolusi industri, zaman rainensance pun menjadi jalan lengang science modern. Para scientist yang dikenal dengan inventor pun lahir dengan temuan - temuan modernya dari semua bidang. Perkembangan sciencepun melewati beberapa masa dari era pertanian, industri, menuju komunikasi, hingga kini menuju era teknologi informasi dan komuniksi. 

Adab 21 menjadi masa kedikdayaan era teknologi informasi. Ora di zaman ini kenal dengan generasi milinial. Science modern memang masih mendominiasi peradaban saat ini. Disisi lain seakan tapi pasti, sudah seiring dengan majunya teknologi ternyata justru semakin membuktikan bahwa apa yang ada ajaran agama adalah science. Kini sudah banyak teknologi dan temuan yang tidak lagi bertentangan dengan ajaran agama. Bahkan ajaran agama bisa dibuktikan dengan science. 

Misalkan saja terbelahnya laut merah. Apa masa science modern, apa yang ditulis di kitab suci agama bisa saja hanya dianggap sebagai dogeng belaka. Bahkan ada dogma yang mengatakan cukup diimani. Di era post modern, ternyata tidak demikian. Benar nyata bahwa memang laut merah bisa terbelah. Laut ini dapat terbelah atau terbuka sehingga menyerupai jalan dikarenakan letaknya diantara dua laut dan karena hembusan agin yang berlawanan yang memungkinkan laut terlebah. Belum lagi bukti bahwa ASI eklusif selama 2 bulan dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi, lalu manfaat puasa, manfaat gerakan sholat dan sebagainya. 

Jika pada zaman modern kita menggap cerita masa lampu sebagai dogeng ternyata itu salah. Cerita masa lampau bisa saja adalah sebuah teknologi yang ada waktu itu, dan manusia tidak mampu memikirkanya. Bisa pula saat dulu orang mengatakan bahwa manusia akan bisa terbang, pada masanya mungkin akan menjadi lelucon, akan tetapi sekarang manusia benar - benar bisa terbang dengan pesawat terbang. Bisa melakukan telepati yaitu hubungan jarak jauh dengan media telp, video call, dan chat. 

Saat ini manusia berfikir bahwa mobil terbang dan robot yang mempunyai intelegensi seperti manusia masih berupa fiksi, akan tetapi dari imajinasi itu lah suaut saat nanti akan menjadi nyata. Nah pola pikir ini lah yang sebenarya ada pada zaman modern bahwa apa yang terjadi pada masa lampau bisa saja berupa terapan teknologi modern pada waktu itu yang tidak bisa dijangkau dengan teknologi manusia saat ini. 

Kita tahu betul bahwa, dunia ini sudah beberapa kali masa peradaan, banyak cerita perabdaan yang telah hilang, seperti peradaban Atlantis, Suku Masa, Yunani, Mesir, dan lain sebagainya. Sebagian peradaban benar - benar sudah hilang, tetapi sebagian yang lian masih ada bukti peningalanya. Bukan berarti zaman sekarang dapat dikatakan mempunyai teknologi paling maju, bisa saja masih tertinggal dengan tekologi sebelumnya. 

Hadirnya post modern science yang merujuk pada kitab suci menjadi suatu jawaban yang pasti. Memang benar adanya bahwa tidak ada pertentangann antara kitab suci dengan science. Justru nantinya post modern akan menjadi titik dimana science dan kitab agama akan benar - benar bertemu. Pada masa berikutnya akan lebih banyak lagi temuan - temuan yang lebih mencengangkan dengan latar kitab suci sebagai sumber referensinya. 

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar