06 September 2012

Jalan Raya dan Perjalanan Hidup Manusia

Jalan raya, begitulah orang menyebutnya sebuah sarana yang dipakai oleh banyak orang untuk melakukan aktifitas kehidupanya baik berjalan kaki maupun mengunakan transportasi, jalan raya seolah-olah menjadi hutan kendaraan yang sangat mengerika, bagaimana tidak banyak kendaraan dengan berbagai jenis dan ukuran berlalu lalang untuk setiap harinya, dari hala ini mendoroang kita untuk berhati-hati saat melawatinya, berbagai aturan diterapakan untuk mengatur agar terjadi tertibnya perjalanan tapi apa boleh dikata, karena setiap orang mempunyai keinginan dan tujuan perjalanan masing-masing kecelakaanpun tidak dapat di hindarkan, bukan Cuma hanya itu jalan berlubang, berliku, naik turun hingga macet pun mewarnai kesan jalan raya. kata orang sampai manakah jalan raya ini, ya tentu saja gak ada habisnya karena jalan ini menghubungkan dari satu tempat dengan tempat yang lain di dunia ini dan dibelahan dunia manapun terdapat jalan, akan tetapi tidaklah mungkin oraag akan menyusuri semua jalan yang ada didunia ini, manusia akan hanya melawati jalan yang ia kehandaki atau dalam arti mencapi sebuah tujuan dari perjalananya, seperti halnya cita-cita mansuia setinggi apakah keinginanya? tak terhingga bukan. Seperti halnya jalan raya cita-cita seseotang pun berbeda, ada yang sedang-sedang saja dan ada juga yang setinggi langit.

Dari persamaan ini lah saya mendapatkan inspirasi adanya kesamaan antara jalan raya dan cita-cita tujuan hidup manusia, saat mansuaia hendak mencapai tujuan hidupnya hendaklah dia belajar dari kisah yang ada di jalan raya, karena keduanya mempunyai kesamaan yaitu mencapai sebuah tujuan. Unsur-unsur yang ada dalam jalan raya layak kita kupas untuk kita pelajari dan kita terapkan dalam kehipuan kita.

Berbicara jalan raya berarti kita membicarakan tentang transportasi atau kendaraan dan segudang pertauran yang melingkupinya, kendaraan disiani dapat kita samakan dengan manusia, jalan raya dapat kita samakan dengan perjalanan hidup manusia untuk meraih cita-ciatanya. Saat anda berkendara anda akan menemui berbagai jenis kendarana dengan berbagai jenis dan ukuran, mulai dari kendaraan kecil dan tak bermesin seperti sepeda, becak, dokar, kendaraan roda dua seperti sepeda motor, kendaraan roda empat dari city car, sport car, bus kecil dan besar hingga truk yang super gede, begitu lah jenis-jenisanya seperti halnya mansuia, mansia pun terdiri dari berbagai karakater, status sosial, pendidikan, derajat yang berbeda satu dengan yang lain mereka semua melawati jalan raya atau berjalan melakuakan kehidupanya untuk meraih cita-ciatnya, terkadang kita berpapasan atau bertemu dengan semua atau sebagian dari mereka baik dalam satu jalan yang sama, berpapapsan bahkan menyalipnya karena semua serba mungkin bukan di dunia ini.

Dari sini lah kita belajar, kita dapat ambil contoh, kita umpamakan kita adalah seorang driver yang mengendarai city car, dan perjalan kita adalah dari solo menuju jogja, sebelum kita meninggalkan rumah dan melakukan perjalanan jauh pastinya kita telah mempersiapkan diri dan kendaraan kita, baik performa mapun perbekalan yang kita siapkan, saat anda melaju dari rumah anda, mungkin jalan raya disektar rumah anda belum begitu ramai akan tetapi semakin anda mendekati perkotaan jalan atau utama suasana kendaraan dan jumlah kendaraan pun meningakat dari sini lah anda harus lebih berhati-hati atau dalam arti anda sudah memulai menemui konflik dengan kepentingan orang lain, saat anda berjalan lurus dan sepi anda merasa tenag akan tetapi jika anda ingin cepat sampai anda pasti akan tancap gas mobil anda, anda boleh melaju kencang akan tetapi anda harusa perhatikan kendaraan lain, perhatikanlah kendaraan di depan anda, jaganlah anda merasa anda naik mobil anda dan tidak menganggap kendaraan kecil maupun besar didepan anda dan menyalip seenak anda, anda harus perhatikan mereka jangan sampai terjadi pergesekan apalagi sampai membayakan kendaraan lain. Begitulah anda bersikap saat anda ingin mencapai cita-ciat anda jangan mengahlalkan sengala cara karena itu akan membahayakan orang lain, terlebih jika anda berpapasan dengan kendaraan didepan anda, anda harus lebih ekstra karena bisa menimbulkan kecelakaan yang besar, bahkan tabrakan beruntun, dan saat lampu merah janganlah anda mecerobot semau anda, hal ini akan membayakan orang lain dan diri anda sendiri atau dalam arti anda tidak boleh hanya memikirkan ego anda dahulukan orang lain yang juga berkepentigan, anda juga harus memperhatikan saat ada kendara lain yang malaju dengan kecepatan tinggi dan menyalip dan memenuhi jalan anda, lebih baik mengalah untuk menghidari kecelakaan jika anda bersikeras tidak mau mengalah maka akan membahayakan keselamatan anda, lebih mengalah dari pada bertengkar dengan orang lain, apalagi jika lawan anda adalah kendaraan yang jauh lebih besar maka itu akan membayakan diri anda sendiri, semua butuh perhitugan dan tidak boleh asal-asalan. 

Dalam melakukan perjalan ini semua orang punya tujuan masing –masing tapi yang perlu diingat bahwa jagan merugikan orang lain, berdampingan dan berajalan bersama, hindari gesekan dan tabarakan karena nyawa disamping anda, anda, merka juga punya harapan yang besar bahkan mungkin jauh lebih besar dari anda jadi hagai mereka jangan bebuat semau anda sendiri karena memang manusia hidup secara bersosial dengan yang lain, tidak dapat lepas dan saling membutuhkan jalan raya dalam perjalan hidup mansuia.

Bukan karena jalan raya yang kita ungkap, hanya jalan raya sebagai sebuah contoh dari kesamaan dan setiap hari kita temui tanpa harus kita memahami secara mendalampun kita akan tahu cara memposisikan diri kita dalam kehidupan dari bebagai contaoh yang ada di jalan raya.

Referensi

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar