06 Juli 2018

Al'quran Bukanlah Mahluk

Seirngkali pemikiran umat muslim berbenturan, bahkan seringkali dibenturkan. Suatu yang gak logispun seakan dianalogikan. Seakan dengan analogi subjektif logika pun justru dipaksakan. Pernyataan seperti ini saya dengar pada suatu tausiyah yang menyatakan bahwa "Alquran adalah Mahluk". Saya kok jadi bingung, kenapa harus dianalogikan seperti itu.

Pernyataan "Alquran termasuk mahluk" waktu itu dilogikan bahwa di dunia ini ada dua kemungkinan yaitu "pencipta adalah mahluk". Kalau bukan mahluk berarti pencipta, dan sebaliknya kalau bukan pencipta berarti mahluk. Lalu bagaimana dengan Alquran, bukankah Alquran bukan pencipta, berarti dia adalah mahluk. Saya mengatakan pada diri saya sendiri "oh begitu ya". Akan tetapi apa sih pentingnya pernyataan seperti itu.

Pada suatu video dari Ustad Felix tanpa sengaja terbuka suatu penyampaian pelurusan yang menyingung "Alquran mahluk atau bukan?".  Secara jelas bahwa Felix menyatakan bahwa Alquran adalah Kalamullah. Risalah - risalah Allah tersebut disampaikan kepada rosulnya yang menyangkut habluminallah, hablu minanas, dan habluminasih. Kalamullah lalu disebut kitab suci karena tidak tercampur kata manusia, tidak ada keraguan, tidak ada pertentangan, dan justru adalah mujizat.

Firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 2

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 23
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

Apabila Alquran dianggap mahluk maka konsekuensinya sangat buruk, apabila Alquran adalah mahluk maka berpotensi benar atau salah, bisa saja kuat dan lemah. Maka sifat itu adalah sifat mahluk.

Maka asumsi Alquran mahluk adalah sangat fatal. Padahal Alquran sempurna dan Alquran pasti benar. Jika ia mahluk maka, ia punya kekurangan. Mahluk bisa salah, mati, tidak adadi, punya hawa nafsu, dan lain sebagainya. Jika masih mengasumsikan "Alquran adalah mahluk" maka sama halnya meyakini bahwa Alquran tidak sempurna dan punya kekuran semacam itu. Asumsi ini juga sama buruknya dengan pernyataan "kitab suci adalah fiksi". Jika kitab suci calah fiksi maka derajatnya turun, dia tidak ubahnya seperti karya manusia layaknya novel yang syarat akan perspektif yang subjektif sebagai mana kekurang mahluk yang diimplementasikan dalam tulisan.

Saya rasa sudah jelas bahwa, Alquran itu adalah kalamullah, yaitu firman Allah, wahyu Allah, dan Alquran itu ranah Allah, bukan ranah manusia. Alquran diwahyukan kepada rosulnya untuk disampaikan kepada manusia. Maka menurut saya memiliki analogi "Alquran adalah mahluk" merupakan suatu upaya logika yang tidak tepat dan tidak berguna. Buat apa umat muslim punya asumsi semacam itu. Bukankah itu tidak ada urgensinya sama sekali, tetapi ternyata memupunya mudorot terhadap pola pikir manusia yang sangat buruk. 

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar