Belajar Menerima Kekecewaan

Pagi ini saya menyempatkan untuk menulis sebuah artikel pribadi, karena memang sudah cukup lama saya tidak menulis curahan pikiran dalam bentuk tulisan, terlebih ada beberapa hal yang menganjal pikiran saya yang mungkin hanya bisa saya ungkapkan dalam tulisan ini.

Kali ini saya akan menulis tentang arti menerima sebuah kekecewaan. Memang hidup ini tidak selalu mulus bahkan sering kali kita mengalami kejadian yang tidak enak dihati. Kekecewaan, itu lah sebuah kata yang dapat mewakili salah satu perasaan. Suatu ketika kita akan menghadapi perkara yang tidak sreg dihati misalkan saja saat kita membeli sebuah barang.

Sebelum kita memutuskan untuk membayar sebuah barang tentunya kita telah meilhat dan chek secara detail barang tersebut, baik dari segi bentuk, kualitas, kenyamanan, dan harga tentunya. Hanya sendiri melakukan hal tersebut baik sendiri maupun dengan teman ketika membeli sebuah sandal. Tidak hanya menyeleksi satu barang tetapi beberapa barang, tidak hanya datang ke satu tempat tetapi lebih dari satu tempat. Setelah dirasa cocok dan dicoba saya memutuskan untuk membelinya. setelah dipakai dan dibawa pulang ternyata kok ternyata.

Memang kualitas dan kondisi barang oke. tapi kok keliahtnaya kecil ya. he he. Dipakai sih memang pas coz, sudah di coba. Jadi ngerasa gimana gitu, padahal harganya juga segitu hehe. Kejadian ini bukan kali pertama, beberapa waktu lalu juga sudah pernah membeli sandal ke tempat yang sama di kota lain dengan merek yang berbeda. Tetapi waktu itu ngerasanya bukan kekecilan tapi sebaiknya kegedean hehe.

Nah karena bermodal pengalaman dulu agak kegedan jadi sekarang milih yang ukuran pas plek di kaki gak lebih satu size pun. eh malah kekecilan haha. Nah kejadian semacam ini lah yang sering kali mengganjal dipikiran dan terpikirkan.

Kenapa terus terpikirikan, karena mungkin mengingat harga yang lumayan untuk kantong yanga sekarang, coz kalau beli sandal yang biasa gitu walau gak enak sekalipun gak pernah dipikir tuh hehe.
Tapi intinya bukan soal harga, tetapi lebih pada soal sikap dan cara menangggapinya. Kalau dipikir dan dipakai toh juga sama saja, tetap enak dipakai tetap pas di kaki. Jadi sebenarya gak perlu dipikirkan, terlebih sudah di beli. gak mungkin di kembaliin. Selain itu memang semuanya adalah keputusan, karena hidup ini penuh dengan pilihan dan setiap pilihan itu penuh dengan konsekuensi. Setiap hasil keputusan itu pun juga gak buruk, tergantung bagaimana kita memikirkanya. Sudah lah gak masalah ini hanya masalah sepele, buat pengalaman besuk lagi saja. Dan yang ada sekarang ya dipakai saja. Jadi buat apa dipikirkan. Memikirkan hal sepele yang sebenarnya bukan sebuah persoalan hanya akan menghabiskan waktu. Go ahead.

Nah begitu lah cara menyikapi kekecewaan. Hidup itu gak ada yang sempurna kadang ya cocok kadang ada yang miss kaya gini. Dalam perkara apapun kita harus bisa lebih legowo, sabar, dan nerimo. Dengan begitu pikiran akan enjoy lagi dan kita bisa melakukan rutinitas kita kembali dengan baik.

Ini lah kompleksnya kehidupan pada diri manusia, karena saya pikir manusia diberi perasaan. Sebuah rasa yang unik dan sangat fluktutif dan variatif.

0 Response to "Belajar Menerima Kekecewaan"

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar