Aktor Dibalik Pembungkaman Komunis

Gerakan G30S seakan masih menjadi kontroversi hangat hingga hari ini. Ada banyak perspektif baik pro dan kontra. Masyarakat umum menilai PKI (Partai Komunis Indonesia) sebagai pihak yang salah. Disis lain, pembunuhan terhadap aktor PKI adalah pelanggaran HAM. Akan tetapi sebenarnya, siapa dalang dibalik dirangusnya PKI

PKI merupakan salah satu partai politik, sama halnya dengan PNI dan Masyumi. Lalu kenapa PKI harus dihabisi. Apakah karena identitasnya yang melekat bahwa PKI non agama, bahkan orang PKI dikonotasikan sebagai suatu aliran tak bertuhan. Padahal kalau dilihat lebih dalam sebenarnya PKI hanyalah sekedar partai. Ya memang secara kasat mata bertentangan dengan ideologi saat itu, tetapi bukan berarti PKI tidak beragama. 

Di negeri asalnya seperti di Univosoviet dan Cina PKI tetap memeperbolehkan anggtoanya untuk tetap beragama. Agama seakan menjadi tameng untuk menjatuhkan partai ini terutama mayortias Islam di Indonesia yang mengasumsikan PKI itu tidak sholat. Bagaimana dengan komunisme yang diakulturasikan di Cina. Apakah begitu?

Terlepas dari itu, bisa saja perspektif itu hanya berupa pelinitran, karena PKI bukan agama, tetapi ideologi yang diusung dengan dasar komunisme. Komunisme bertolak dari paham sosialisme oleh KarlMark yang mengedepankan keadalin sosial. Dimana tidak ada si kaya dan tidak ada si miskin, melainkan pemerataan sosial. Misi utamanya yaitu menghapus kesenjangan sosial dengan mengalihkan sektor – sektor pengelolaan sumberdaya ditangan pemerintah pusat.

Berbeda kutup dengan kapitalisme yang terbungkus oleh demorkasi. Ajaran yang ditanamkan oleh sejak abad ke 18 ini menjadi kendaraan yang tidak main – main. Kedua paham ini seakan terus berseteru bahkan di negeri ini. Sebenarnya bukan hanya antara dua paham tersebut yang diperdebatkan, akan tetapi siapakah aktor didalamya.

Penhangusan komunis tejadi pada pemerintahan Soeharto. Pada era Soekarno tidak berpihak pada kepentingan Amerika. Jika komunis menguasai Indonesia maka, akan sangat menghambat gerakan koporat Amerika dalam memasukan produk – produknya ke Indonesia. Serta tidak ada kesempatan untuk mengeksplorasi kekayaan alam. 

Jika demikian, meskipun memakan korban lebih dari 700 ribu untuk digulirkan ke Soeharto tetap dihalakan. Lebih dari itu, sudah jelas bahwa dalang dari dalang punya maksud kapitalisme yang jauh lebih besar. Bayangkan saham peusahaan asing itu bisa menembus angka 95 persen, dan hari ini pun masih pada angka 80 persen. Kalau semuanya dikelola sendiri, bukankah lebih dari cukup untuk menghidupi, bukan malah menjadikan rakyat sebagai komuditas seperti hari ini.

0 Response to "Aktor Dibalik Pembungkaman Komunis"

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar