30 Juni 2018

Bagaimana Memandang Marxsime

Membicarkan Marxisme maka akan lekat pada tokohnya yaitu Karl Marx. Marxisme juga erat kaitanya dengan paham sosialisme yang disuarakan oleh Karl Marx. Maka membicarakan Marksime tidak jauh berbeda dengan sosialisme. Paham Marksime ini muncul karena adanya kesenjagan yang semakin menjadi antara kaum borjuis sebagai pemilik modal dengan kaum protelar sebagai buruh. Bahkan isu yang berkembang pada abad 18 ada upaya pemisahan antara borjouis dan proletar. 
Karl Marx

Marxsime merupakan paham yang menuntut adanya kesetaraan komunal antar warga negara. Secara komunal tidak ada yang terlalu kaya dan terlalu miskin, melainkan sama antara kedua. Dalam perkembanganya paham ini bukan hanya menjadi dasar pergerakan sosial, tetapi juga sebagai kunci filsafat ekonomi dan politik. 

Karl Marx melihat betapa buruknya keadan sosial ekonomi kaum buruh. Kaum buruh bekerja di pabrik - parbrik para kapital dengan gaji yang sedikit. Belum lagi taraf hidup yang rendah dan hidup dilingkugan yang kumuh. Apabila hal tersebut terus dibiarkan maka jurang antar keduanya semakin tinggi. Bahkan bukan tidak mungkin menciptakan kediktatoran dan tirani karena kekuasaan yang menjadi. 

Marxsime memiliki cita tidak ada lagi kelas sosial dalam struktur sosial yang selanjutnya dikenal komunisme yaitu komunitas yang komunal. Artinya tatanan masyrakat yang setara sebagai warga negara. Sehingga, tidak ada lagi kepemilikan pribadi, tidak ada penindasan, tidak ada eksploitasi, dan tidak ada perbudakan. Selanjutnya pemikiran cita - cita Karl Marx tersebut dibakukan dengan ajaran Marxsime oleh Friedrich Engels dan Karl Kautsky. 

Marxisme dalam tataran politik menjadi ideologi komunis. Ideologi ini berkembang ke Unisoviet, Cina, Korea Utara, bahkan Indonesia. Sejumlah negara Eropa, Asia Timur, dan Amerika latin masih menggunakan pemahaman ini bahkan digunakan sebagai dasar negaranya. Lalu bagaimana dengan Indoensia.

Indoensia sendiri tidak luput dari paham Marxsime. Dalam kajian ilmu sosiologi, pemikiran Marxisme merupakan hal yang lumrah bahkan banyak dipelajari dalam kajian ilmiah. Marxsime dapat diukur untuk menilai suatu skema sosial tertentu. Hal ini pun merupakan hal yang lumrah. Akan tetapi dalam penerapan dalam bidang politik, ajaran Karl Marx ini mengalami masa yang sangat kelam di negeri ini. Pada pemerintahan Orde Baru, komunisme dibumi hanguskan hingga ke akar - akarnya, bahkan hingga kini pun seakan menjadi momok. Upaya membungkamnya pun masih gencar dilakukan baik dalam pemutaran G30S hingga berita - berita yang seakan begitu sensitif ketika kosa kata "komunisme" dilontarkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar