Kenapa Mencari Kerja Itu Susah?

Pernahkah anda terbesti atau bahkan sekarang anda mengalaminya. Mencari pekerjaan kok susah ya. Eh sekalinya dapat kerjaan nuntut banget. Menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan pikiran. Kalau kata Bob Sadino "situ kerja apa dikerjain" ya hal ini bukan semata - mata hanya pandangan subjektif saja. 

Mencari kerja memang susah iya kan? Tergambar dengan jelas pada sebuah video Youtube dengan judul "Rat Race - A Short Film Story". Bukan karena tak punya gelar bahkan title sarjana pun sudah ditangan. Banyak perusahaan yang mengharuskan syarat terntu mulai dari skill hingga pengalaman kerja. La ini "fresh graduate" mau punya pengalaman dari mana? Situ mikir? 

Jangan salahkan sistem pendidikan yang tidak aplikatif ini faktanya. Ealah sekalinya sudah merasa sangat memenuhi syarat ternyata gak masuk juga. Lebih paranya hanya 1 atau 2 kursi pun yang daftar ribuan. Aje gile. 

Kenyataan berikutnya adalah banyak teman saya yang notabene pinter ternyata tidak mendapatkan pekerjaan yang seharusnya. Dalam arti ya sudah dapat kerjaan bagus lah. Jatuh - jatuh di B. Ini mah semua jurusan juga masuk. Ya mending kalau kontrak sudah habis, dan gak bisa perpajang ya mulailah dari nol lagi. 

Kisah lain. Hidup di Jakarta, pekerjaan ya apa saja lah, ya pabrik lah, perusahaan kredit lah, apa lah. Ya iya sih brandnya tu sudah Jakarta tapi ya kok ya bener lagi ini kata Om Bob "berangkat pagi, pulang petang, gaji pas-pasan" bukan berarti gak bersyukur ya. Harus pinter - pinter bersikap saja lah. Seakan - akan benar - benar terjebak apalagi sudah punya anak istri dan kontrakan. Duh ya katanya sudah bisa makan aja syukur. Gimana nhi ya. 

Lebih tinggi dikit, menurut BD sebenarnya apa yang terjadi apa diri kita sekarang bukan karena sesuatu yang terjadi secara alamiah. Bentuk kehidupan ini merupakan akibat dari sebuah rancangan yang besar. Sadarkah anda bahwa cara hidup anda sudah diatur oleh segelintir orang?

Hidup yang memaksakan manusia untuk mencari kerja dengan persyaratan yang supir ribet, bersaing dengan jutaan manusia yang sama berkualitasnya dengan anda, jika anda keluar kerja bos tidak perlu kuatir karena sudah ada jutaan calon karyawan yang menanti menggantikan posisi anda, saat sudah bekerja seakan semua monoton dan hari - hari yang penuh dengan rutinitas itu - itu saja. Bukan lagi seakan - akan, tetapi ya memang sudah menjadi robot yang software sudah dibikin terlebih dahulu jauh - jauh hari disononya. 

Dampa fatal secara psikologis adalah bahwa para sarjana pun bisa berfikir bahwa mereka itu bodoh, karena lolos kerja saja tidak, sudah dapat kerjaan apapun sudah gak mau pindah "udah lah dari pada nanti gak dapat kerjaan", mereka yang buruh hanya bisa berkata "urip kui yo di syukuri". Pasrah dan merasa dirinya makin rendah "mung cah kerja mas" 

Heh bangun. jangan kata syukur dijadikan tameng dan pembelaan, seperti kata insyallah yang dijadikan alasan untuk tidak menghadiri suatu acara. Bukan itu makna yang Tuhan maksudkan kawan. 

Peliknya persoalan ini sudah tak menjadi tatanan yang memang telah diperuntukan untuk anda. Sikapnya adalah, tatanan tersebut dibuat oleh manusia, nah kita ini juga manusia. Om Bob seringkali tidak mengikuti teori - teori yang ada di buku, bahkan dalam managemen perusahaan di buat managemen dengan caranya sendiri jadilah teori ala Bob. Nah kalau orang - orang itu punya teorinya kita juga punya cara untuk menahlukanya. 

Tembus cara mu sendiri. Kalu Panji bernah berkata "apa sih yang memebdakan bangsa yang sudah maju dengan bangsa yang baru berkembang bahkan tertinggal". Mereka itu punya "karya", sedangkan orang - orang kita itu kuli, ya hanya mengerjakan karya mereka. 

Lihat pabrik garmen, lihat pabrik motor, mobil, hape, dan pabrik apapun. Otak itu siapa? siapa yang punya dalih? Ya orang - orang itu kan, sedangkan orang - orang itu menjadi tenaga yang mengiyakan apa yang mereka pikirkan ya dengan gaji sebenarnya gak seberapa. 

Resah, sedih, dan prihatin melihat kenyataan ini. Pola pikir seperti ini layak kita pikirkan dan temukan teori anda sendiri melalui karya yang kita miliki. 

0 Response to "Kenapa Mencari Kerja Itu Susah?"

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar