Kelas Inspirasi, Bebas Kepentingan tanpa Bersingungan

Kelas Inspirasi memang benar - benar banyak memberikan inspirasi, bukan hanya kepada adik - adik, tetapi bagi para inspirator, fasilitator, dan stakeholder yang terlibat di dalamnya. Nilai yang dapat dipetik bisa saya rasakan bagaimana mengadakan suatu kegiatan tanpa harus bersingungan karena Kelas Insiprasi (KI) punya prinsip bebas kepentingan. 

Kelas Inspirasi Boyolali (KIBoy) ya tahun 2016 saya mendaftarkan diri sebagai inspirator, dan tahun 2017 ikut lagi sebagai fasilitator. Alasanya sederhana, karena berlokasi di Boyolali, sebagai ana kelahiran Boyolali sudah sewajarnya ingin memberikan inspirasi juga untuk adik - adik Boyolali. Begitu berkesan, hingga sekarang pun masih teringat kuat bagaimana bertemu dengan teman - teman yang sama- sama ingin berkontribusi melalui inspirasi cita - cita kepada adik - adik. 

Perlu kita pahami "hidup manusia bukan untuk menyengkan semua" orang. Setiap aspek kehidupan itu penting, kita tidak bisa beranggapan bahwa apa yang ada di depan kita itu penting. Manusia butuh makan, papan, dan sadang, apa cukup itu? tidak manusia perlu pendidikan, kesehatan, keterntraman, bahagia, kepuasan batin, cinta, hingga rekreasi. Ini pun belum termasuk produk turunanya yang sangat kompleks. Begitulah KI, ya KI sebenarnya hanya nyempil dari kata 'pendidikan' bahkan objeknya adalah 'anak - anak SD' dan bahkan hanya fokus pada penyampaian gambaran cita - cita, ya se sederhana itu. Ya kenapa? ya karena setiap kegiatan punya segmentasinya masing -masing atau bahasa marketingnya punya pangsa pasar tersendiri. 

Prinsip KI yang begitu melekat yaitu 'bebas kepentingan' secara tegas prinsip ini disampaikan saat training KI. Bahkan inspirator yang notabene adalah profesional yang sudah punya pekerjaan atau bisnis pun dilarang untuk beriklan sekalipun melalui lip service. Fokus hanya pada bagaimana 'adik - adik tahu pekerjaan kakak - kakaknya' di kelas. Bahkan di banner - banner yang dipampang oleh panitia pun tidak ada satu logo pun yang menempel. 

Kenapa bebas kepentingan? bukankah dengan adanya sponsor dapat membantu membantu pendanaan yang tidak sedikit. Sekalipun ada sponsor saya tidak tahu menahu ya. Terlepas dari itu memang tidak ada campaign produk sama sekali disitu. 

Menjadi independen adalah pilihan, bisa saja bekerjasama dengan pihak manapun, akan tetapi independen adalah kunci aman. Kenapa demikian? selama suatu kegiatan mempnunyai SDM yang mau terlibat maka kegaitan itu akan tetap berjalan. Bahkan saya pernah dengar "SDM itu lebih berharga dari pada SDA". Saya percaya itu, dengan adanya SDM yang begitu kompeten sumber daya untuk kebutuhanpun bisa dengan mudah tercukupi. Ini sama halnya dengan negara yang tidak punya bahan baku, tapi mampu produksi semen. Jadi sangat aneh jika di Indonesia dengan SDM yang melimpah justru malah jadi beban negara.

Setelah SDM terpenuhi, rancangan kegiatan pun siap diluncurkan, melalui panitia yang independen pula di setiap SD. Setiap SDM mampu menempatkan diri bagaimana harus bertindak dan berkontribusi tanpa pamrih. Manusia - manusia yang siap mengabdi ini pun tida perlu repot sana sini memikirkan apa dan bagaimana, karena persiapan dan kebutuhan dipenuhi sendiri. Melalui tindakan yang idenpenden disini, panitia pun secara merdeka mewujudkan apa yang menjadi niat baiknya totalitas tanpa intervensi dari pihak manapun.

Pada akhirnya Hari Insiprasi pun tiba dan dengan penuh suka cita adik - adik menikmati berlansungnya KI dari pagi hingga siang hari. Pilihan ini lah yang dipilih oleh Kelas Inspirasi dengan pola pikir yang sebenarnya begitu sederhana. KI hanya ingin berkontribusi memberikan inspirasi cita, hal yang sederhana ini tida perlu dibuat menjadi rumit dan pelik. Cukuplah SDM yang mau berkontribusi yang diajak untuk secara bersama mewujudkan hastrat akan hausnya pengabdian. 

0 Response to "Kelas Inspirasi, Bebas Kepentingan tanpa Bersingungan"

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar