Entreprenur bukan Melulu Jualan

Jualan dan entrepreneur itu berbeda. Terkadang orang salah kaparah, jualan itu sudah dianggap sebagai bisnis. Kalau saya lihat jualan itu hanya bagian kecil dari suatu entrepreneur atau bisnis. Banyak generasi muda termasuk mahasiswa yang mencoba perentungan dengan berjualan, tapi mereka menamakan sebagai entrepreneur. Nah lo.

Kalau cuma jualan saja semua orang biasa, terbesit ide tertentu yang dianggap cemerlang langsung dech capcus di modali dan dibuka. Tanpa berselang lama ternyata tutup. Sebenarnya suatu usaha atau jualan secara kasat mata pun sudah terlihat keberlanjutnya apakah hanya buat coba - coba atau memang bisa langgeng. 

Nah yang menjadi suatu usaha bersifat entrepreneur adalah landaskan setiap unit bisnis pada suatu pemikiran. Dapat kita refleksikan dan mungkin gak habis pikir bagiamana Bill Gate punya pemikiran bisa menciptakan software microsoft yang selalu laku dan masih di pakai hingga saat ini. Bagaimana seorang penemu bisa menciptakan sistem pulsa yang bisa dipasarkan hingga ke seluruh dunia yang pada akhirnya mau gak mau orang harus membeli, Bagaimana orang yang membeli domian untuk website bahkan atas namanya sendiri harus membeli keperusahaan penyewa domain. Melalui pemikiran kata "Bagaimana" ini tentunya menjadikan pemilikinya sekarang kaya raya bahkan bisa diwariskan sampai tujuh turunan. 

Kita sederhanakan lagi, mungkin pemikiran entrepreneur diatas memang merupakan tataran paradigma yang sangat tinggi "high order thingking", akan tetapi tidak justru malah bagus jika kita mampu melakukan hal yang serupa bukan. Kembali lagi ke tahap penyederhanaan, kita dapat bandingkan dua usaha bakso. Pada penjual bakso yang pertama dia hanya memiliki satu tempat dan dia sendiri yang membuat, menjual, kasir, keuangan, dan lain sebagainya. Penjual bakso yang satunya berbeda, saya pernah makan di bakso tersebut, waktu saya melalui suatu jalan ada nama bakso tersebut, saat melalui jalan lain di kota yang sama ternyata ada juga bakso tersebut. Dapat dikatakan bahwa penjual bakso yang kedua ini memiliki banyak cabang.

Penyederhanaan ini melihat bagaimana penjual bakso yang kedua itu telah memiliki landasakan pemikiran berbisnis baik sebelum atau sewaktu usaha itu berjalan. Bagaimana bakso tersebut memiliki brand terntu yang melekat, memiliki banyak cabang, dan menjadikan passive income. Al hasil sang pemiliki bakso pun tidak perlu lagi menjual, menyajikan, bahkan menjadi kasir, tetapi cukup menjadi pengelola saja dan pendapatanya tentu jauh berlipat dari penjual yang pertama bukan. 

Jika disimpulkan, kalau penjual bakso yang pertama itu kita namakan orang jualan, sedangkan orang yang kedua adalah entrepreneur. Jadi mengapa saya anggap berbeda berlandaskan bagaimana usaha itu dikelola. 

Sebenarnya saya tidak puas dengan contoh bakso diatas, itu hanya sebuah penyederhaan saja. Sebagai generasi masa kini tentunya harus lebih inovatif dan kreatif bukan sekedar bakso saja. Terkadang saya sayangkan orang dengan pendidikan yang lumayan tapi jatuhnya hanya seperti itu, bukan masalah baksonya tetapi sebisa mungkin berinovasi pada suatu bisnis yang dilandaskan pada keilmuan bahkan secara ilmiah.
Beberapa waktu lalu saya mengikuti acara talkshsow membangun lembaga kursus, disini saya mendapatkan sesuatu, beliau sebagai pendiri ternyata bukan dari orang bahasa bahkan memulai bisnisnya dari nol tanpa banyak teori. Akan tetapi yang menjadikanya luar biasa adalah bagaimana dia bisa memunculkan adanya suatu konsep desa bahasa, memiliki sejumlah hak paten, dan telah meneribatkan banyak buku. Bahkan lebih ngeri lagi jika suatu institusi atau lemabaga ingin menggunakan metodenya atau francise maka harus membayar sekian ratus juta. 

Pemikiran sang funding father ini memang luar biasa bukan, contoh lain lagi, saya memiliki kenalan orang pertanian, dia sebagai salah satu pengurus pembuatan pupuk padat cair dan pupuk padat. Pupuk yang diproduksi sudah pada skala home industri dan penjualan pupuknya sudah melalang buana. Yang menjadi dasar pemikiranya adalah bagaimana dia bisa mewujdukan keilmuanya dalam pembuatan pupuk organik yang murah, berkualitas, dan sederhana yang bisa digunakan oleh para petani dari gempuran pupuk - pupuk yang ada. 


0 Response to "Entreprenur bukan Melulu Jualan"

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar