29 Juni 2013

Sampah atau Iklan Berserakan di Jalan

Indonesiaku yang malang, Bumi pertiwiku yang menangis, siapakah orang yang mau memahami rasa perihmu ini. mereka hanya tau bagamana perutnya menjadi semakin besar tanpa peduli perut tetangganya yang semakin kisut.
Sore itu gerimis bekas hujan masih turun dan petangpun mulai datang. Aku terkagetkan dengan suara bising yang datang dari selatan, ternyata sebuah mobil bersuarakan seorang pria yang sedang mempromosikan barang-barangnya berteriak didalam mobil itu. aku lebih terkagetkan lagi pada saat dia melemparkan segepok kertas dekat para cewek-cewek yang sedang antri beli jajan di dekat warung itu. aku pun dengan spontan berkata “ngawur temen, buang sampah sembarangan” dengan nada sedikit keras kurasa membuat pria itu mendengar nya. Tiba-tiba aku ingat alangkah indahnya kertas-kertas itu kalau ku abadikan.

Ini SAMPAH atau IKLAN? Bagimana pendapat anda pak tentang hal ini?

“Iklan sampah ini sangat menggangu saya”

Apakah untungnya bagi anda pak 

“Tidak ada Mas, yang ada malah merugikan saya, coba lihat pada berserkan kaya gitu? Siapa coba yang nanti memberiskanya”

“Tidak Menguntungkan malah MERUGIKAN saya saja”

Mbok ya kalau iklan tau tempat, jangan asal lempar kaya gini. Emang jalan ini tempat sampah. Udah tau girmis kaya gini kok di lempari SAMPAH, ya gak mungkin lah ada orang yang mau ngambil.

Agak pinter dikit lah kalau nyebar iklan, OJO SAK KAREPE DEWE. Ngotori ngerti!!!!!

Ibu itu anakmu malah melempari kamu dengan sampah. Apa dia tidak? Gak mau tau? Apa sudah gak sayang lagi dengan Ibu? 

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar