Stasiun Pengisian Bahan Bakar Listrik (SPBL)

Ada yang tau gak ni apa itu SPBL, pasti belum tau kan, ya karena memang belum ada. SPBL itu adalah Stasuin Pengisian Bahan Bakar Listrik, itu lah nama yang yang saya gagas saat melihat obrolan dari blog-blog temen dan tentunya perkembangan dari sepeda listrik, alat transportasi ini sekarang sudah menaglami perkembangan yang signifikan terutama dari segi desain, yang tadinya dilengakapi dengan pengayuh, sekarang di sejumlah sepeda listrik yang mengutaman desain seperti Trekko dan Emoto sudah tidak ada lagi tapi dengan body yang menarik seperti halnya motor matik jaman sekarang, tapi apa jadinya jika sepeda listrik anda kehabisan listrik ditengah jalan, begitulah sejumlah kekuatiran para rider, dan menjadi kekurangan dari motor listrik ini. berangkat dari sini lah masyarakat dapat menyedikan SPBL untuk memberikan jasa charger bagi para pengguna listrik, pembuatan SPBL ini tidak lah susah, anda hanya menyediakan terminal listrik (colokan) yang nantinya akan dipakai buat mengecas motro listrik, jika ingin lebih lengkapnya anda bisa melihat recomendasi yang saya sarankan berikut dibwah ini.
Gambar 1: e-moto xenos

1. Tempat SPBL

tempat yang digunakan sebagai SPBL sangat mudah tanpa harus memakai ijin yang penting anda memiliki tempat yang mudah diakses terutama yang strategis misalkan toko dipinggir jalan, bengkel sepeda, bengkel sepeda motor, tempat tambal ban maupun rumah anda sendiri. agar konsumen bisa mengetahui bahwa tempat anda meyediakan jasa penchargeran jangan lupa menempelakan plang atau spanduk dan lainya, misalkan ada menulis SPBL (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Listrik).

2. Peralatan

alata apa aja nhi yang dibutuhkan, yap tak lian dan tak bukan yaitu stop kontak (colokan). anda dapat menyediakan colokan ini sebanyak mungkin untuk memnuhi permintaan jika suatu ketika tiba-tiba banyak konsumen yang datang, wuihh laris nhi. masih ada satu lagi nhi ya kalau di bilang memang sunah tapi kalau ada ya lebih baik, yaitu alat charger anda bisa menyadiakanya sendiri baik dari pabrikan maupun merakit sendiri teganagan yang dibutuhkan sepeda listrik sekarang ini 36 volt DC dab 48 volt DC.

3. Waiting room

nha yang satu ini gak kalah penting karena ya seperti kita ketahui bahwa saat mencharger kita harus menunggu, jadi konsument harus disediakan waiting room yang nyaman, apa adanya juga boleh yang penting duduk, syukur-syukur ada hiburanya seperti majalah ataupun koran sebagai bahan bacaan. waktu tunggu untuk pengisian ini luamyan lama sekitar 2 jam-5 jam, tapi tuggu dulu temen saya pernah bilang katanya untuk penchargeran bisa dipercepat dengan charger aki rakitan sendiri (tapi yang belum tau jelasnya)

4. Ongkos jasa pengisian

sebagai orang yang memberikan jasa sudah pasti kita harus menghitungkan BEP (break event point) dari usaha anda, wah jangan-jangan tekor lagi, anda dapat memperhitungknya dari pemakainya biaya yang dikeluarkan untuk penchargeran akumulator sepeda listrik ini sekitar Rp. 800,- terlabih lagi disejumlah sepeda listrik terdapat indikator ampere meter sehingga anda dapat mengetahui seberapa banyak listrik yang sudah tersimpan, dan disejumlah sepeda listrik sudah mempunyai otomatis, jadi kalau sudah penuh sudah tidak akan mencharger lagi

Begitulah gambaran dari mudahnya SPBL, diharapkan dengan semakin banyaknya SPBE akan mendorong orang tertarik untuk pindah memakai alat trasportasi yang ramah lingkungan ini, terlebih lagi jika pengisian akumulatornya dapat di percepat.
Gambar 2: trekko nexus

Sumber:

0 Response to "Stasiun Pengisian Bahan Bakar Listrik (SPBL) "

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar